Akhir-akhir ini terjadi kasus pelecehan di busway transjakarta: pria raba-raba wanita. Sebenarnya issue ini sich kayaknya dimana2 ada, di kereta apalagi, kalau di kopaja saya belum pernah dengar si, kira2 kalau seperti itu bakal ada penggebukan massal ga ya? Kayaknya pihak busway juga kebingungan gimana cara mengatasi masalah ini, sehingga dibuat pemisahan antrian jalur perempuan dan laki2, padahal di dalam bisnya juga tercampur juga. At least ada usahanya si pihak busway, meski kurang efektif. Mnurut saya sich, adalah pelaku pelecehan mesti kena sanksi, susah klo misalnya harus lewat jalur hukum, duh ribet kesana kemari, wasting time. Tapi kaya penilangan helm saksinya, genjreng 250rb atau 1jt. Toch saksi mata bisa banyak,,
Aniwhoo.. inti dari catatan kali ini bukan yang itu tapi tentang pengalaman saya naek busway. Oh iya, mestinya transjakarta ya, tapi saya mau nyebut busway aja ah
, Hari2 di pertengahan bulan april, saya bolak balik pp dari rumah ke tempat kerja naik busway dan transit di dukuh atas selalu. Lumayan seru buat saya si, setiap harinya beda. Untungnya adalah saya melawan arus derasnya manusia. Rumah saya ditengah kota, kantornya dipinggiran, jadi pasti dapet duduk. Nah berikut ini posisi2 yang saya incar di busway:
1. Kalau berdiri, dan perjalanan jauh, saya biasanya menggeser ke paling depan busway, samping pak supir, atau paling belakang busway. Enaknya bis yang pintu bukanya cuma 1, jadi bagian belakang itu lumayan lowong. Saya lebih suka memegang bar besinya ketimbang pegangan gantungnya. Nah kalau dekat, saya kadang cukup berada dekat pintu keluar-masuk, kalau ga dapet pegangan, biasanya suka ikut pegang di pintu dekat penjaga buswaynya, kadang kalau supirnya yang ngebut, ya pegang lengannya si penjaga, dari pada jatuh nimpa orang lain :p.
2. Kalau duduk dan busway padat. Jadi saya tadinya berdiri kemudian ada penumpang lain yang ingin turun, tempat duduknya kadang jadi rebutan. Kaya maen musical chairs. Siapa duluan liat ya itu duduk, tapi ga juga, yang duluan duduk aja pokoknya. Suka malu udah buru2 mau duduk eh ternyata ada yang lebih duluan hehehe. Kalau lagi kosong juga kadang bingung, bisa ampe 3 kali pindah. Pengennya duduk dijajaran belakang, tapi kadang kakinya suka ga nyampe bawah dan itu pegel. Jadi pindah ke jajaran tengah tapi ambil yang pojok karena deket ma tiang, bisa bobo dan sandaran, tapiii kena acnya kenceng banget, pindah lagi deh sedikit ke tengah.
Sekarang mah emansipasi di busway kuat sekali. Para pria udah jarang ngasi tempat duduk sama wanita hamil atau orang tua atau yang lagi gendong anak. Jadi ladies, sekarang harus sigap juga ya.
Kalau ditanya: “whats going on in a busway?” saya akan jawab: talking, blackberry, HP, sleeping, eye contact, child crying, listening to music, cuddling, hmm apa lagi ya?
Busway itu sangat membantu, buat saya, selain lebih cepat karena jalurnya khusus, dan cukup bayar sekali udah bisa jauh kemana2, juga klo nyari jalan di cybermap.co.id bisa matok ke busway
Sayangnya sekarang banyak unit busway yang kurang terawat, kurang di maintain, pastinya deh jatuh ke masalah budget dan dana, klo mnurut saya di sistem manajemennya juga perlu diperhatikan. Ya semoga busway tampil lebih baik dan lebih maju.